Jangan keras kepala seperti iblis! 11hb Disember 2009

Rangkuman Suhbah Mawlana Shaykh Nazim

11hb Disember 2009

Jangan keras kepala seperti iblis!

  1. Mawlana memulai suhbah dengan membaca ta’awudz, Audzu billahi min-asy syaitan-ir Rajiim, dan basmalah, Bismillah-ir Rahman-ir Rahiim, dan mendorong kita untuk membacanya sesering dan sedisiplin mungkin, karena kedua bacaan ini seperti pedang yang terhunus ke leher syaitan dan ego kita.
  2. Mawlana meratapi kenyataan bahwa begitu banyak raja, pemimpin, amir, sultan, perdana menteri, dan presiden muslim yang malu untuk memulai pidato mereka dengan bismillah. Mereka telah meninggalkan kalimat ini, dan ketika seseorang meninggalkan bismillah, dia dilupakan di alam-alam surgawi, dan orang semacam itu tidak dapat menaiki tingkatan-tingkatan surgawi.
  3. Umat manusia ketakutan akan menyebarnya flu babi. Mawlana berkata bahwa flu babi bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan datangnya Armagedon (Hari Penghancuran), peperangan yang sangat besar akan melanda seluruh bumi dengan api dan kematian di mana-mana. Semua kitab/ buku kuno telah meramalkan kedatangan peperangan di akhir zaman, peperangan dalam skala yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dalam peperangan yang menakutkan tersebut, 6 dari 7 orang akan mati, dan kemurkaan Allah akan mengubah manusia menjadi debu.
  4. Naungan/perlindungan dari kemurkaan Allah pada Hari Penghancuran (Armagedon) akan dicurahkan pada orang-orang yang membaca bismillah… dan pada para pria yang mengenakan sorban (dengan ekor) dan pada para wanita yang mengenakan hijab. Hal tersebut akan melindungi mereka dari api yang turun dari langit pada Hari Penghancuran tersebut. Jadi janganlah malu untuk mengenakannya.
  5. Rasulullah (s.a.w) melihat para malaikat turun dengan mengendarai kuda-kuda surgawi; setiap malaikat mengenakan sorban. Rasulullah bersabda bahwa sorban adalah mahkota bagi bangsa Arab, dan siapa pun yang tidak mengenakannya akan dipermalukan. Pada zaman sekarang ini, bangsa Arab mengenakan kain aneh di kepala mereka. Hal ini sangatlah ironis mengingat mereka adalah bangsa Arab dan mereka tentunya menyadari hadis Rasulullah (saw) mengenai sorban tersebut. Mereka berbahasa Arab tetapi mereka meninggalkan sunnah untuk mengenakan sorban, dan karena itu mereka telah kehilangan kehormatan mereka.
  6. Orang yang meninggalkan perintah-perintah surgawi dan sunnah Rasulullah (saw) tidak mempunyai nilai di Mata Allah. Nilai seorang manusia di Mata Allah terletak pada derajat kepatuhannya pada Allah dan Rasul-Nya.
  7. Beberapa ‘ulama masa kini berkata bahwa mereka menolak untuk mencium tangan muslim yang lain karena hal itu adalah perbuatan sirik. Mawlana berkata bahwa Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud di hadapan Nabi Adam (as), dan hal itu TIDAK termasuk hal yang sirik di Mata Allah (karena Allah lah yang memerintahkannya). Lalu bagaimana mungkin ‘orang-orang terpelajar’ ini menyatakan bahwa mencium tangan dan menghormati muslim yang lain, dan mencintai dan menghormati Rasulullah (saw), tergolong perbuatan sirik? Bagaimana mungkin? Orang-orang macam ini harus mendengarkan nasihat dan mengubah jalan hidup mereka.
  8. Mawlana menasihati kita agar jangan menjadi seperti iblis, yang keras kepala dan menolak untuk mengubah jalannya. Setelah Pengadilan telah dilaksanakan di akhirat nanti, setiap 100.000 tahun, Allah akan memerintahkan para malaikat untuk mengeluarkan iblis dari neraka jahanam, dan si iblis akan dihadapkan pada Nabi Adam (as). Kemudian Allah akan berkata pada iblis, “Bersujudlah pada Adam dan masuklah ke surge-Ku!” Dan setiap kalinya, iblis akan berkata, “Aku TIDAK AKAN PERNAH bersujud pada Adam, tidak, tidak, tidak!” Dan Allah akan memerintahkan para malaikat untuk membawa iblis kembali ke neraka.
  9. Itulah sifat, tabiat atau karakter iblis. Jangan jadi seperti dia!
  10. Mawlana menceritakan bahwa ketika beliau sedang khalwat di Madinah, beliau mendengar suara aneh dari menara-menara Mesjid Nabawi. Suara tersebut mengumandangkan istighfar. Ini terjadi pada 15 Rajab tahun tersebut. Mawlana berkata bahwa hal ini merupakan pertanda kedatangan akhir zaman, maka persiapkan diri kita dengan selalu membaca istighfar, memohon ampunan Allah. Rasulullah (saw) biasa memohon ampun pada Allah 70 kali setiap harinya. Sedangkan kita… bahkan jika kita membaca 70 milyar istighfar setiap hari, itu tidak akan cukup!

Al-Fatiha.


This entry was posted in 2009 @id, Disember. Bookmark the permalink.