Seni Berperang – Mengenal Musuhmu: 17hb Oktober

Ringkasan suhbah Harian Maulana Shaykh Nazim

17 Oktober 2010

Seni Berperang – Mengenal Musuhmu

A’uzubillahiminas syaitan nirrajeem

Bismillahir Rahman-nir Rahiim

Assalamu’alaikum wrwb

  • Maulana mengatakan, terlepas dari kelemahan yang kita miliki, menghancurkan kebatilan harus menjadi tujuan utama dalam hidup kita. Kita harus menanam niat yang sungguh-sungguh di dalam hati, bahwa kita akan mendedikasikan hidup kita untuk menegakkan kebenaran dan keadilan, dan menghancurkan segala macam bentuk kejahatan dan keburukan lainnya yang disebarkan oleh syaitan. Kita tidak boleh merasa tenang, sebelum bumi ini bebas dari mereka yang perpijak pada kebatilan, kita harus berniat untuk melawan keburukan yang berasal dari ajaran syaitan, bahkan jika di muka bumi hanya ada satu orang tersisa yang mewakili dan menyebarkannya!
  • Kita harus memahami dan berusaha untuk mencapai tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Jika kita mengatakan bahwa kita adalah seorang Ulama, itu merupakan pencapaian yang sangat bagus, tetapi apakah menjadi seorang Ulama merupakan tujuan utama/akhir kita? Atau jika kita adalah seorang Muhaddith yang menghafal ribuan Hadits Rasulullah (saw), itu juga merupakan pencapaian yang sangat mengkagumkan, tetapi apa sesungguhnya yang ingin kita capai dengan ilmu yang kita miliki itu? Atau mungkin kita adalah seorang Hafiz Al Quran yang telah menghafal Al-Qur’an? Alhamdulillah! Tetapi kita juga harus memiliki sebuah tujuan utama/akhir. Menjadi seorang Ulama, atau Muhaddith, atau Hafiz Quran bukanlah tujuan akhir, melainkan itu adalah satu cara untuk mencapai tujuan akhir tersebut, dan kita harus memahami dengan sejelas-jelasnya tujuan itu. Niat kita harus jelas, sehingga kita dapat menfokuskan diri dan tidak banyak mengalihkan pandangan pandangan kita demi mencapai tujuan. Banyak orang yang tidak pernah memikirkan hal ini secara mendalam.
  • Islam adalah agama yang benar (Deenul Haqq). Mengapa Allah mengutus para Nabi? Mereka yang mengajarkan Agama Islam, harus mengetahui jawapannya. Mengapa Allah mengutus Musa (as) dengan Taurat? Apa misi yang ditugaskan kepada Musa (as)? Beliau telah diutus kepada Firaun yang mewakili ajaran syaitan, ia (Firaun) menyebarkan kejahatan / kedustaan / kebatilan dengan memerintahkan rakyatnya untuk menyembah dirinya. Oleh karena itulah Allah mengutus Musa (as) kepada Firaun, untuk menurunkan dan mencampakan panji kebatilan yang dikibarkan oleh Fir’aun, dan menegakkan kembali panji Kebenaran. Itulah misi utama Musa (as) – untuk menghapus ajaran yang salah (sesat) dan menyingkirkan wakil/utusan syaitan.
  • Allah telah mengutus Nabi-nabi untuk melawan “Fir’aun” lainnya yang kembali muncul dari waktu ke waktu. Setiap kali kebatilan mulai menunjukan keburukannya, Allah mengutus Nabi yang dipilih-Nya untuk menghapus kebatilan, dan menghancurkan wakil syaitan (Fir’aun) yang menyebarkannya.
  • Apakah saat ini orang-orang Yahudi mengikuti apa yang telah diajarkan oleh Nabi Musa (as)? Apakah pembentukan sebuah Negara di wilayah Palestine merupakan  alasan mengapa mereka diciptakan? Apakah setelah mereka berhasil mendirikan sebuah Negara di wilayah Palestine, bererti bahwa mereka telah memenuhi misi/perintah Ilahi yang diwahyukan kepada mereka melalui Nabi Musa (as)? Seperti Musa (as) yang telah menyelesaikan misi/perintah Ilahi sebelum beliau kembali kepada Tuhannya? Apakah pada saat ini pembangunan kembali Kuil Suci Sulaiman adalah misi yang paling penting untuk mereka orang-orang Yahudi? Apakah itu seruan yang disampaikan oleh Nabi Musa (as) kepada mereka melalui Kitab Taurat? Tidak! Jadi mengapa mereka memfokuskan seluruh kekuatan/energi dan usaha mereka hanya untuk mendirikan sebuah Negara dan untuk membangun kembali Kuil Suci Sulaiman? Mereka harus merenung dan berpikir lebih mendalam, jika memang itu adalah alasan mengapa Allah menciptakan dan menempatkan mereka di muka bumi, atau jika memang itu adalah tujuan yang sesungguhnya dari keberadaan/kehidupan mereka yang singkat di dunia ini. Mereka harus hidup untuk memenuhi matlamat/ tujuan yang Tuhan berikan, bukan memenuhi keinginan ego mereka yang tak bererti. Mendirikan sebuah Negara dan membangun kuil tidak akan memberikan kepada mereka kebahagiaan yang abadi di dunia ini, dan juga tidak akan memberikan keselamatan untuk mereka di akhirat kelak.
  • Jadi semua orang harus memahami dan mengetahui apakah tujuan utama mereka sesungguhnya di dalam hidup ini! Orang-orang Yahudi harus melihat lebih jauh ke dalam Kitab Perjanjian Lama, dan menelaahnya dengan cermat, mengapa Allah memanggil Nabi Musa (as) datang ke Gunung Tursina (Thur) berulang kali. Allah berfirman, “Datanglah, wahai Musa, dengar dan patuhilah.” Maulana mengatakan bahwa Yahudi adalah kaum yang sangat terhormat di sisi Allah, sehingga sudah seharusnya mereka berusaha untuk memahami mengapa penghormatan tersebut diberikan kepada mereka. Kehormatan mereka tidak berasal dari membangunkan sebuah negara, atau mendirikan sebuah kuil – bukan itu yang diajarkan oleh Kitab Suci Taurat kepada mereka untuk memperoleh kehormatan/kemuliaan. Yudaisme tidak membawa pesan bahwa orang-orang Yahudi harus pergi ke Tanah Suci dan membangun sebuah Kuil! Jika memang itu merupakan pesanan dan tujuan yang utama, maka sesungguhnya Nabi Musa (as) akan pasti pergi ke sana dan melakukan hal itu sejak awal, tetapi beliau tidak melakukannya! Tetapi Nabi Musa (as) justeru diutus Allah untuk menyeru kepada Fir’aun, Allah memerintahkan Nabi Musa (as) “Pergilah ke hadapan Fir’aun, dan tunjukannlah kepadanya kedudukan, keperibadian dan tujuan sesunggunhya seorang hamba.
  • Para cendekiawan (ulama) muslim juga patut dipersalahkan, mereka telah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan usaha mereka, berjuang untuk Palestine. Mendorong para pengikutnya ke dalam konflik memperebutkan sebidang tanah atau bangunan, itu bukanlah tujuan utama dari Agama manapun. Muslim telah kehilangan tujuan mereka, dan sekarang mereka berjuang untuk hal-hal yang tidak dituntut dari mereka di dalam kehidupan ini! Muslim fundamentalis – Wahhabi menyebarkan sebuah dogma yang penuh dengan kebencian, mereka tersesat, dan mereka menyesatkan orang-orang yang beriman untuk meninggalkan jalan yang benar (untuk memenuhi tujuan mereka yang sebenarnya menurut ketentuan-Ilahi) menuju kesesatan (untuk menghabiskan waktu dalam konflik antara sesama).
  • Maulana mengatakan itu adalah hal yang teramat sangat memalukan, akibat ketidakfahaman mereka terhadap tujuan hidup mereka yang sesungguhnya, begitu banyak penderitaan yang telah terjadi di Timur Tengah yang seharusnya dapat dihindari. Begitu banyak nyawa yang hilang, begitu banyak kehidupan yang musnah, begitu banyak penderitaan dan kesengsaraan, semuanya sia-sia! Kedua belah pihak menderita, hidup mereka dihantui oleh ketakutan, kebencian dan balas dendam, dan akhirnya mereka akan kembali kepada Allah, tanpa memenuhi misi/tujuan utama mereka (karena mereka tidak pernah memahaminya ketika mereka masih hidup), dan mereka akan kembali ke tempat yang penuh dengan kekecewaan dan keputusasaan. Sungguh sangat disayangkan, kata Maulana, mereka semua memiliki Kitab Suci yang diwahyukan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga memahami tujuan hidup mereka yang diajarkan Kitab mereka masing-masing. Tidak ada Kitab Suci yang pernah mengajarkan para pengikutnya berjuang untuk sebidang tanah, bangunan atau untuk terlibat dalam konflik. Itu bukanlah tujuan dari Agama.
  • Sangat di sayangkan, majoritas umat Islam juga sama-sama tidak memahami dengan benar tujuan utama Allah mengutus Sayyidina Muhammad (saw). Sebahagian Muslim telah mendedikasikan hidup mereka untuk memperluaskan komplek Haramain (dua Masjid Suci, Mesjidil Haram dan Mesjid Nabawi). Apakah itu matlamat/tujuan utama mereka diciptakan? Maulana menunjukkan gambar Kah’bah dikelilingi oleh gurun, dan tidak ada satupun bangunan lainnya yang terlihat. Ketika itu Ka’bah dapat terlihat dengan jelas, air Zam-zam mudah didapatkan dan mudah juga bagi para penziarah untuk melakukan ibadah Umrah dan Haji mereka. Tidak seperti saat ini, mereka tidak perlu membayar uang untuk agen pelancongan/perjalanan, memperoleh visa, atau mempersiapkan paspor. Tidak ada seorang pun yang akan mempertanyakan apa yang ingin mereka lakukan disana, dan mereka semua tahu bagaimana harus bersikap, mereka menunjukkan rasa hormat yang tinggi karena mereka sedar bahwa mereka berada di Rumah Tuhan.
  • Maulana mengatakan, pendapat mereka bahwa zaman telah berubah hanyalah sebuah alasan, sehingga pembangunan besar-besaran yang dilakukan di Masjid Suci dapat dibenarkan. Apakah Tuhan Langit dan Bumi membutuhkan/memerlukan bantuan kita untuk menjamu tamu-Nya di dalam Rumah-Nya? Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, jika Dia menghendaki seluruh umat manusia untuk memenuhi sebuah kamar dengan ukuran yang sangat kecil, Allah pasti mampu melakukannya, Allah tidak memerlukan bantuan dari kita. Bagaimana kondisi iman kita jika kita yakin bahwa Allah membutuhkan bantuan kita untuk menjamu tamu-Nya? Dari tahun ke tahun, Masjid Suci semakin diperluas, lebih dan lebih lagi! MasyaAllah, lihatlah bagaimana keyakinan sebahagian Muslim terhadap Allah, telah rusak.
  • Maulana menyeru kepada seluruh Muslim bersaudara, Kristen dan Yahudi! Beliau mengatakan, kita semua telah kehilangan arah, kita semua lupa tujuan kita yang sebenarnya, kita telah jatuh ke dalam perangkap dan tipu daya syaitan, dan hidup kita di dunia ini bagaikan hidup di Jahannam (neraka). Maulana menerangkan misi/tujuan Nabi-nabi yang diutus agar kita semua memahami dengan jelas: Allah mengutus para Nabi untuk melawan ajaran syaitan! Merupakan tugas untuk seluruh umat manusia untuk menemukan keyakinan dan ideologi yang berasal dari syaitan dan menghancurkannya! Tidak pernah ada perintah dari Ilahi untuk memerangi satu sama lainnya! Apa yang telah kita lakukan hingga saat ini? Mengapa orang-orang yang beriman meninggalkan Shiratal Mustaqiem (jalan yang lurus)?
  • Kita sekarang kembali ke era Jahiliyah, masa kebodohan, setelah berada di era sebelumnya yang dipenuhi dengan Pengetahuan. Nabi (saw) diutus untuk memimpin umat manusia keluar dari kebodohan.

قَرۡنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَـٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu [3] dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu … (Surah Al-Ahzab 33:33)

  • Kerana disebutkan bahwa ada masa Jahiliah yang dahulu (periode pertama), pasti akan ada masa Jahiliah yang selanjutnya (periode kedua), dan saat ini kita berada di masa Jahiliah periode kedua. Zaman di mana manusia melontarkan pakaian ke-tawqa-an (Islam), dan mereka merasa bangga kembali berjalan dalam keadaan telanjang di dalam kebodohan. Hai orang-orang yang beriman! Kalian harus belajar dan berusaha memahami, janganlah merasa bangga sehingga malu untuk belajar, karena Neraka dipenuhi dengan orang-orang yang sombong. Tuntutlah ilmu (perdalam pemahaman) dan perangilah syaitan!

Fatihah.

Kawasan Mesjid Al Aqsa yang menjadi rebutan

Komentar

  • Kita diminta untuk mengenepikan agenda kita masing-masing dan memfokuskan diri kepada agenda utama. Begitu ramai pemimpin Agama dari Agama Samawi/Abrahamik (Yudaisme, Kristen dan Islam) telah membawa para pengikut mereka menyusuri jalan nafsu, berselisih kerana masalah kecil dan tidak penting. Syaitan memang suka memperbesar besarkan hal-hal yang kecil dan tidak penting, untuk menciptakan konflik dan ketegangan, dan ketika nafsu (ego) manusia terusik, dia akan melawan sampai mati (harfiah) untuk hal-hal yg begitu sepele/remeh temeh atau hal-hal lain yang tidak memiliki kaitan sama sekali. Seseorang itu apabila amarahnya memuncak atau emosinya telah diusik, dia akan kehilangan akal sehat dan menyimpang dari misi sebenarnya, kemudian dia memfokuskan diri untuk berperang antara satu sama lainnya, semua orang menjadi musuh baginya. Sibuk berperang antara satu sama lainnya dan bukannya bersatu untuk melawan syaitan (dan ajaran-ajarannya yang sesat/terkutuk ) yang merupakan musuh sebenarnya bagi ummat Manusia, musuh ketat/bebuyutan ummat Manusia!
  • Tujuan utama dari agama adalah untuk mencegah dan menghancurkan kebatilan/kejahatan. Syaitan ingin mengalihkan perhatian kita dari tujuan utama kita, dengan menciptakan perselisihan dan perpecahan antara kelompok orang yang berbeda. Gesekan tersebut bertujuan mengarahkan masyarakat jauh dari menentang ajaran syaitan, dan mengadu domba satu sama lainnya. Jadi, tidak hanya kita berhenti berjuang melawan syaitan, kita mulai membenci dan berusaha menjatuhkan satu sama lainnya, kita menggunjing, memfitnah dan menuduh satu sama lainnya, jika terus berlanjutan hal ini dapat menyebabkan perpecahan dan mencetuskan peperangan, pembunuhan dan kehancuran – ironisnya, semua itu tidak harus terjadi, seandainya kita mahu berusaha untuk mencegah dengan berjuang melawan bisikan dan godaan syaitan yang terkutuk.
  • Wahai ummat Muslim, Kristen dan Yahudi, para Nabi dan Kitab Suci tidak pernah mengajarkan kita untuk memperebutkan sebidang tanah atau bangunan. Tidak ada kehormatan/kemuliaan daripadanya. Menaklukkan sebidang tanah atau menghancurkan tempat ibadah Agama lain untuk membangun tempat ibadah Agama kita bukanlah tujuan dari ajaran yang diwariskan oleh para Nabi dan terkandung didalam Kitab Suci. Petunjuk Ilahi tidak akan pernah mengajarkan manusia untuk menumpahkan darah untuk hal-hal yang seperti itu; petunjuk Ilahi tidaklah dangkal/sebegitu cetek! Ajaran Ilahi menunjukkan kita bagaimana caranya melawan keburukan dan kebatilan di dalam hati, keluarga dan komunitas kita serta di antara seluruh ummat manusia.
  • Pengetahuan adalah cahaya, yang menerangi gelapnya kebodohan. Manusia dikelilingi oleh tipu daya dan perangkap syaitan, baik yang terlihat jelas mahupun samar. Ketika seseorang terjebak di dalam ruangan yang gelap tanpa cahaya nescaya dia tidak akan dapat melihat sekeliling ruangan terebut. Apabila di dalam ruangan yang gelap tadi terdapat serpihan kaca yang tajam dan berserakan di lantai, maka dengan keadaan yang gelap begitu dia tidak akan dapat melihat bahaya yang sedang dia hadapi. Jika dia diberikan cahaya yang mampu menerangi ruangan tersebut, maka dia akan mampu melihat serpihan kaca yang berserakan di lantai, dan tidak hanya dia akan dapat menghindari bahaya, tetapi dia juga dapat menyingkirkan serpihan kaca tersebut agar tidak membahayakan orang lain dari terpijak dan terluka. Itulah sebabnya Nabi (saw) berkata, “Menyingkirkan serpihan kaca dari jalan yang dilewati umum merupakan salah satu ciri keimanan.” Oleh karena itu, menuntut ilmu (cahaya) akan membantu kita mengenali kebatilan (serpihan kaca), dan kita harus melenyapkan benih kebatilan untuk mencegah penyebarannya dengan terus berjuang melawannya. Nabi (saw) menyebutkan tiga tingkatan keimanan seseorang ketika menyaksikan perbuatan maksiat – menghentikannya dengan tangannya, lidahnya, atau hanya dengan niat di hatinya. Sebagai contoh, jika kita mengetahui bahawa setiap kali kita melewati tempat/tikungan tertentu akan ada anjing yang mengejar kita, kita pasti ingin memberitahukan ke teman-teman dan kerabat kita untuk berhati-hati jika melewati tikungan tersebut- itulah sebabnya Allah berfirman agar kita saling mengingatkan, kerana terdapat kandungan manfaat daripadanya.
  • Jika setiap manusia mencari cahaya untuk dirinya sendiri agar dapat melihat serpihan kaca dan menyingkirkannya, maka semua orang akan terselamat dari bahaya yang besar itu. Dan kita akan dapat bersatu melawan musuh kita bersama yaitu syaitan. Memang sudah seharusnya kita berperang melawan tipu daya syaitan. Tetapi syaitan membuat kita sibuk berkelahi antara satu sama lainnya di dalam kebodohan, sehingga kita tetap berada di dalam kegelapan, menginjak serpihan kaca yang tajam, dan menderita karena rasa sakit akibat tertusuk serpihan kaca tersebut. Janganlah berperang antara satu sama lainnya – itu adalah ajaran yang berasal dari syaitan. -Sebaliknya, perangilah syaitan – itulah yang diajarkan Tuhanmu!

إِنَّهُ ۥ لَڪُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ۬

… Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Surah Al-Baqarah 2:208)

  • Di dalam Kitab Suci Quran, Allah merujuk kepada syaitan sebagai aduwun mubeen, musuh yang nyata sebanyak sembilan kali. Kita telah melupakan musuh kita yang sebenarnya. Tetapi musuh kita(syaitan) tidak pernah lupa, siapa musuhnya (manusia).
  • Masa kejahiliyahan dilambangkan dengan ketelanjangan, baik ketelanjangan secara fisik atapun rohani. Ketika petunjuk mencapai para sahabat melalui Rasulullah (saw), para wanita menutupi diri dan menjaga kesucian diri mereka, melambangkan pakaian kehormatan Ummat Muslim yang diperintahkan oleh Allah, kerana mereka telah meninggalkan ajaran syaitan. Tetapi kini kita telah bergerak dan memasuki periode kedua masa jahiliyah, masa keterlanjangan telah kembali, seperti yang diberitakan oleh Rasulullah (saw) dalam sebuah Hadits, ”Di antara tanda-tanda telah dekatnya hari kiamat ialah akan muncul pakaian-pakaian wanita dan apabila mereka memakainya keadaanya seperti telanjang.” Hadist resebut telah terbukti kebenarannya. Saat ini cara berpakaian wanita tidak lagi memperhatikan norma kesopanan dan menutupi keindahan tubuh mereka, yang mereka pehatikan adalah bagaimana pakaian yang mereka kenakan dapat mempamerkan kecantikan dan keindahan tubuh mereka, seperti yang terjadi di masa jahiliyah. Pakaian kehormatan Sayyidina Adam (as) dihapus ketika beliau melakukan dosa, dan umat Islam sekarang ini juga telah kehilangan pakaian kehormatan mereka, karena mereka tidak lagi mengikuti ajaran yang dibawa oleh Nabi (saw) untuk mereka: melawan kebatilan dan menghancurkan wakil-wakil syaitan! Manusia telah mengambil syaitan sebagai teman baik mereka, sebaliknya syaitan selalu menganggap manusia sebagai musuhnya. Alih-alih memerangi Syaitan, kita telah berteman baik dengan syaitan mengikuti nasihatnya (seperti yang Sayyidina Adam lakukan). Apakah kita tidak belajar dari peristiwa yang dialami oleh Sayyidina Adam (as)? Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah syaitan dan kebatilan yang ia sebarkan.

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفۡتِنَنَّڪُمُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ كَمَآ أَخۡرَجَ أَبَوَيۡكُم مِّنَ ٱلۡجَنَّةِ يَنزِعُ عَنۡہُمَا لِبَاسَہُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوۡءَٲتِہِمَآ‌ۗ إِنَّهُ ۥ يَرَٮٰكُمۡ هُوَ وَقَبِيلُهُ ۥ مِنۡ حَيۡثُ لَا تَرَوۡنَہُمۡ‌ۗ إِنَّا جَعَلۡنَا ٱلشَّيَـٰطِينَ أَوۡلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Surah Al-A'raf 7:27)

(Kami ingin menyambut ahli terbaru kami dalam pasukan SufiHub, beliau adalah seorang sukarelawan yang bekerja kerana cinta nya pada Shaykh kami. Salinan ini adalah usaha beliau, kami memohon doa dan Fatiha atas usahanya yg sangat mulia ini. Kami masih mencari sukarelawan2 atau sesiapa yg mahu bekerja untuk mengalih bahasa bersama SufiHub.)

Maulana Syaikh Nazim mengajar setiap hari pada jam 1 pagi WIB (kecuali hari Juma’at di mana Maulana mengajar pada jam 6.45 WIB), sila ke lelaman www.Saltanat.org untuk mengikuti pelajaran beliau. Maulana mengajar dalam Bahasa Inggeris, tetapi alih bahasa di siapkan dalam Bahasa Melayu/Indonesia. Salinan ringkasan terdapat di lelaman Naqshbandi Singapura, recent.sufihub.com.


This entry was posted in 2010 @id, Oktober and tagged , , . Bookmark the permalink.