Pertemuan mengharukan Maulana dengan pekerja Petambang Chile: 19 Desember 2010

Suhbah Maulana Shaykh Nazim

Pertemuan mengharukan Maulana dengan pekerja Petambang Chile

19 Desember 2010

A’uzubillah himinash shaitan nirrajeem

Bismillah-hir Rahman-nir Raheem

Assalamu’alaikum wrh wbkt

  • Maulana menyambut hangat dua pekerja tambang Chile – Saudara Omar, Ketua kelompok dari petambang yang terjebak, dan temannya Dario. “Silakan duduk,” Maulana berkata sambil tersenyum menyambut mereka dengan ramah.
  • Maulana mengucapkan hamdalah seraya bersyukur pada-Nya karena keajaiban luar biasa tersebut. Para petambang itu bisa bertahan hidup selama 70 hari, terperangkang 700 meter di bawah permukaan tanah, tidak ada udara segar dengan hanya air yang sangat tercemar. Hampir tanpa makanan, panas menyengat, kegelapan dan udara pengap, seluruh 33 pekerja tambang berhasil keluar hidup-hidup, masing-masing muncul dengan taweez segitiga tradisonal Naqshabandi di leher,  Maulana telah mengirimkan hadiah itu ketika mereka masih terjebak. Maulana berdoa agar orang-orang akan sedar adanya Tuhan dan keajaiban, setelah menyaksikan kejadian ini yang diliput oleh media seluruh dunia.
  • Maulana mengungkapkan bahwa beliau diberi informasi tentang kejadian ini dan situasi mengerikan yang menimpa petambang-petambang tersebut pada suatu malam. Beliau langsung segera berdoa untuk mereka dan beliau memanggil satu dari 313 makluk ajaib (Rijal Allah) di seluruh dunia dan memintanya untuk menemani para petambang. Akhirnya, bukan hanya satu, tetapi 7 makhluk tak terlihat itu dikirim ke lokasi. Maulana diminta oleh salah satu darinya, untuk mengatakan pada para petambang agar berzikir La ila ha illallah, Muhammadur Rasulullah, dan meminta agar mereka mengenakan taweez Naqsabhandi, agar dapat diselamatkan dengan segera. Maulana lalu menyampaikan pesan penting ini, juga paket berisi taweez kepada mereka yang di Chile yang dapat mengirimkannya ke pekerja tambang yang terperangkap.
  • Alhamdulillah, kata Maulana, pertolongan Allah akhirnya sampai dan menjadikan penyelamatan yang tampaknya tak mungkin, menjadi nyata. Semua teknologi di muka bumi tidak memungkinkan ianya terjadi tanpa bantuan yang Maha Kuasa. Pertolongan telah mencapai para petambang dari pihak yang tak terduga, tujuh makhluk tak terlihat yang telah dikirim untuk menolong mereka. (Belakangan setelah kami membaca catatan yang diungkap para petambang, anda akan mendapati keajaiban yang bertentangan dengan logika. Hanya sebagai ilustrasi bahwa berhasil keluar dari kejadian semacam ini bukan semata-mata lantaran peran teknologi, baru-baru ini pada tanggal 19 November 2010, ledakan di tambang batu bara di Selandia Baru menjebak 29 pekerja, tak satupun selamat bahkan tubuh mereka pun tak ditemukan, walau teknologi serupa ada pada mereka. Hingga bagi 33 petambang yang berhasil keluar hidup-hidup ini, kesehatan dan …… sungguh sebuah keajaiban. Mereka memegang rekor sebagai manusia yang dapat hidup terlama di bawah tanah dalam keadaan terperangkap)
  • Ketujuh makhluk yang tak terlihat yang berada di antara para pekerja tambang tersebut telah ditunjukkan bilamana tugas mereka berakhir sebagaimana dinyatakan dalam Lauh Mahfuds, dan mereka telah memberikan dukungan yang diperlukan bagi keselamatan 33 petambang tersebut. Meski para petambang tersebut telah melihat begitu banyak keajaiban, Maulana berkata bahwa itu hanya ‘keajaiban kecil’ yang diperlihatkan, sebab manusia masa kini hanya punya keimanan yang tipis terhadap Tuhan, dan mereka takkan sanggup menanggung keterkejutan bila diperlihatkan keajaiban besar. Hanya yang diperlukan petambang untuk bertahan hiduplah yang diberikan. Bahkan kemudian, dunia menyaksikan bagaimana, dengan kehendak Allah, 33 manusia bertahan dalam kondisi yang pada mula diperkirakan hanya dapat membuat petambang hidup sehari saja, di bawah situasi normal, namun mereka dapat hidup 17 hari pada awalnya, tanpa udara (ya tanpa udara segar!), tak ada air bersih untuk diminum dan tanpa banyak makanan (baca wawancara dengan para petambang pada posting berikutnya, untuk mengetahui berapa banyak yang mereka makan tiap hari) dan mereka bisa bertahan total 70 hari di bawah tanah – keluar hidup-hidup!
  • Maulana berkata bahwa beliau sangat gembira bertemu dengan dua pekerja tambang yang datang berkunjung. Tanpa pertologan Tuhan dan dukungan hambanya yang suci yang dikirim untuk menolong, mereka tidak akan selamat. Allah telah menjadikan yang tidak mungkin menjadi mungkin dan doa dari hamba tersebut adalah wasilah oleh apa yang kemudian terjadi.
  • Dengan kedatangan mereka ke tempat Maulana, adalah permulaan bagi rakyat Chile, ramai yang akan memeluk Islam dan beriman setelahnya. Sementara orang-orang Amerika Utara adalah sangat materialis, orang-orang Amerika Selatan akan berkembang menjadi masyarakat yang beriman. Maulana mendoakan mereka, agar dapat bertemu dengan masa Imam Mahdi (AS) dan Sayyidina Isa (AS) dan Insya Allah, pada masa itu, ramai orang-orang Chile yang akan memeluk Islam.
  • Maulana memberikan masing-masing USD 500 seorang,jumlah USD 15,500 untuk 31 petambang lain yang ada di Chile. Maulana berkata bahwa beliau berharap dapat menyumbang mereka setiap bulan, hingga dapat membantu mereka kembali mandiri karena mereka tidak mau  kembali bekerja sebagai petambang lagi. beliau juga berharap agar sumbangan bulanan ini dapat menolong mereka memulai usaha kecil-kecilan sebagai sumber penghidupan. Beliau juga menyarankan salah seorang petambang untuk memulai usaha penternakan kambing dan Maulana bersedia mengirim mereka uang untuk memulai antara 500 hingga 1,000 kambing, dan dalam setahun, akan berkembang menjadi 10,000 ekor. Petambang tersebut kemudian mengatakan bahwa pada masa muda dia adalah peternak kambing. Maulana juga menyarankan yang seorang lagi untuk memulai usaha jual beli kayu dari Argentina, Maulana meyakinkan mereka bahwa beliau akan terus mengumpulkan sumbangan buat mereka dan beliau tidak akan membiarkan mereka, beliau akan menolong semampu mungkin karena mereka baginya bagaikan anak sendiri.
  • Petambang tersebut juga memberi cenderamata pada Maulana dengan hadiah simboli – sebuah bendera Chile dengan 33 tanda tangan pekerja tambang, ditanda tangani saat mereka masih terjebak, sebuah tasbih, sebuah gambar yang dibuat keluarga mereka pada hari mereka diselamatkan dan sebuah batu atacamita dari pertambangan emas dan tembaga San Jose. Mereka berkata pada Maulana,”Cenderamata-cenderamata ini tidak ada artinya dibanding apa yang telah Anda lakukan pada kami, kami tidak mungkin dapat membalas budi dan bantuan Anda,” yang lalu dijawab Maulana dengan rendah hati,”Bantuan itu semua dari Atas, kita cuma pekerja yang lemah, hamba yang lemah. Semoga kebahagian dilimpahkan di dunia dan akhirat.”
  • Pada akhir pertemuan, Maulana menyebut para petambang tersebut sebagai ‘singa-singa’ untuk keberanian mereka menghadapi situasi sulit tersebut. Beliau menitip salam pada seluruh petambang, dan berkata pada mereka agar berbesar hati, karena seratus ribu warga Chile yang akan, suatu hari pergi ke Damaskus dengan perahu! Maulana juga berjanji akan mengirim uang untuk mereka dan membangun juga sebuah dergah di Chile. Salah seorang wanita yang menemani para petambang tersebut, menanyakan satu hal,”Anak laki-laki saya hilang di laut bulan Mei tahun ini,” katanya dengan sedih,”Akankah saya bertemu dia lagi?” Maulana berkata,”Dia akan datang saat Sayyidina Isa (AS) datang, jangan khawatir,” Maulana menenangkan ibu yang bersedih itu, beliau kemudian memberi bay’at pada seluruh kelompok itu dan memeluk erat dua petambang tersebut.
  • Segera setelah bertemu Maulana, Saltanat TV berbicara singkat dengan dua petambang tersebut, menanyakan apa perasaan mereka setelah bertemu Maulana Shaykh Nazim dan apa pengalaman mereka saat mengambil bay’at dengannya. Saudara Omar berkata bahwa selama Bay’at, dia merasa seakan-akan mabuk, dan setelah Bay’at, dia merasa ada beban besar yang telah diangkat dari dadanya. Petambang seorang lagi juga mengalami sensasi serupa. Meski dia mengalami sulit tidur setelah kejadian tersebut, dia merasa takjub bahwa dia dapat tidur lelap, sejak dia tiba di Lefke, Dia mendapati selama berada di Lefke semua sangat damai, dan dia sangat tersentuh oleh Maulana yang bersedia menghabiskan waktu bersama-sama mereka. Padahal banyak murid yang menunggu pada hari itu hanya sekedar bertemu beberapa menit dengan Maulana, sementara mereka diberi kesempatan berulang kali bertemu Maulana, makan malam dengannya, bahkan dua kali semobil dengannya. Dia sangat menghargai nasehat dan saran Maulana dan tak sabar untuk membagi-bagikan semua dengan keluarganya, khususnya soal ide meninggalkan pekerjaan di tambang dan mencari nafkah di bidang lain.
  • Tatkala ditanyakan bagaimana pendapatnya mengenai kejadian tersebut, dia berkata bahwa itu adalah cobaan dan berkah buat mereka, kejadian itu telah membawa mereka kembali ke realitas, menunjukkan mereka arti hidup dan membawa mereka kembali ke Islam dan ke pangkuan Maulana. Dario, petambang satunya, sangat bersyukur karena  bisa datang, karena baginya ini adalah perjalanan tak terencana, dia menggantikan dua petambang lain, yang terpaksa tidak bisa datang, di menit-menit terakhir.

(Catatan ini akan dilanjutkan dengan dua posting lain, salah satunya adalah pengalaman pribadi yang luar biasa dari salah seorang petambang selama 70 hari terperangkap, dan satunya lagi tentang Maulana diwawancarai oleh CNN dan FOX mengenai kunjungan dua petambang Chile tersebut. Dua posting itu berisi informasi yang mengejutkan, jadi tetaplah mengunjungi situs kami!)

Al-Fatihah

Commentary

  • Ada sebuah pengungkapan menarik oleh Maulana tentang fakta bahwa malaikat-malaikat yang menolong, sudah mengungkapkan tanggal bilamana para petambang itu diselamatkan. Dalam Futuh Al Ghaib (Pengungkapan yang Gaib), Syekh Abdul Qadir Al Jilani (QS) mengatakan bahwa semua kesulitan/cobaan/penderitaan pasti ada penghujungnya.

كُلٌّ۬ يَجۡرِى لِأَجَلٍ۬ مُّسَمًّ۬ى‌ۚ

Masing-masing beredar hingga pada waktu yang ditentukan. (Surah Ar-Ra'd 13:2)

Semua punya batas waktu kehidupan. Kita akan menghadapi kematian bahkan alam raya akan menghadapi kiamat,

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا . إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرً۬ا

Sesungguhnya tiap kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya tiap kesulitan ada kemudahan. (Surah Ash-Sharh 94:5-6)

Namun ini adalah salah satu hal yang paling berat dalam perjalanan hidup kita. Syekh Abdul Qadir (qs) berkata ini laksana malam (kesulitan/cobaan/masalah/penderitaan) yang akan diikuti oleh siang (kelapangan/solusi). Tak peduli seberapa banyak kita berdoa di malam hari (misalnya di awal-awal saat mendapat masalah/kesusahan/penderitaan), malam hanya akan menjadi semakin gelap dan pekat! Kita tidak melihat ada pertolongan atau keleluasaan, keadaan mungkin akan semakin buruk. Pada titik ini banyak yang hilang harapan dan iman. Seperti yang dikatakan dalam Al Quran:

أَمۡ حَسِبۡتُمۡ أَن تَدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ وَلَمَّا يَأۡتِكُم مَّثَلُ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِكُم‌ۖ مَّسَّتۡہُمُ ٱلۡبَأۡسَآءُ وَٱلضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُواْ حَتَّىٰ يَقُولَ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُ ۥ مَتَىٰ نَصۡرُ ٱللَّهِ‌ۗ أَلَآ إِنَّ نَصۡرَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ۬

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Surah Al-Baqarah 2:214)

Bahkan Utusan Allah dan mereka yang beriman berteriak,”Bilakah pertolongan Allah akan datang?” Kita harus selalu mengingat jawaban Allah,”Sesungguhnya pertolongan Allah selalu dekat!” Jadi kita harus menyadari bahwa setiap cobaan pasti akan selalu ada- Kita dapat bersembahyang ribuan rakaat dan meminta Allah menerbitkan matahari, tapi malam masih belum berlalu, dan kita harus menunggu hingga matahari terbit. Allah akan menjawab doa kita-pada masa yang sudah ditentukan- jadi kita harus ridho pada kehendak Allah dan kebijaksanaannya.

Saat menghadapi kesulitan, berdoalah, memohon padaNYa, sebab Allah berkata:

وَقَالَ رَبُّڪُمُ ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِى سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhan berkata” Mintalah pada Ku: Aku akan menjawab; Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri daripada menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina. (Surah Ghafir 40:60)

Kemudian tunggulah dengan sabar, dengan keimanan pada kebijaksanaan, ampunan dan kasih Nya, karena Allah sudah menjanjikan ini dalam Al Quran;

سَيَجۡعَلُ ٱللَّهُ بَعۡدَ عُسۡرٍ۬ يُسۡرً۬ا

Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesukaaran (Surah At-Talaaq 65:7)

Dan apabila keleluasan sudah diberikan, bersujudlah dan ingatlah Dia dengan mengatakan Alhamdulillah dan Sukurillah.

فَٱذۡكُرُونِىٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡڪُرُواْ لِى وَلَا تَكۡفُرُونِ

Ingatlah Aku, Aku akan mengingatmu, bersyukurlah padaKu dan janganlah berbuat kekafiran (Surah Al-Baqarah 2:152)

  • Maulana berbicara tentang pertolongan dari yang tersembunyi, hambanya yang patuh, Maulana Syekh Adnan berkata bahwa seluruh malaikat-malaikat diperintahkan untuk menyembunyikan diri mereka dimasa-masa pengingkaran sekarang, yang sebabnya kita tidak melihat mereka lagi. Hanya Syekh Nazim yang dapat mengetahuinya. Karenanya kita harus menghargai siapapun yang kita temui karena bisa jadi satu diantara mereka adalah malaikat suci. Abu Yazid Al Bistami (QS) pernah diperintahkan untuk mencari tahu dari Kutub Malaikat pada masanya, seorang tukang sepatu yang rendah hati yang telah mengungkapkan dirinya dari orang-orang sekitarnya. Maulana Syekh  Adnan mengajarkan kita doa sederhana untuk dibaca tiap waktu ketika kita keluar dari rumah:”Ya Allah, perkenankan aku bertemu Malaikat, Qutb, ataupun Sultan.” Siapapun yang membaca ini akan bertemu Malaikat, sedikitnya sekali dalam 24 jam.
  • Maulana berharap menyumbang bulanan pada petambang-petambang Chile, jadi bila anda bepergian ke Lefke, silakan bawa sumbangan dan memberikannya ke Maulana, sehingga anda dapat ikut dalam amal mulia ini. Atau bisa juga menitipkannya pada mereka yang hendak berkunjung ke sana.

وَتَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡبِرِّ وَالتَّقۡوٰى‌ وَلَا تَعَاوَنُوۡا عَلَى الۡاِثۡمِ وَالۡعُدۡوَانِ‌ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيۡدُ الۡعِقَابِ

Saling tolong menolonglah kamu dengan kebaikan jangan saling membantu dalam permusuhan. Bertaqwalah pada Allah sesungguhnya hukuman Allah itu sangat pedih (Surah Al-Ma'idah 5:2)

  • Pelajaran terakhir yang menarik dari Suhbah ini adalah ketika Maulana menyerahkan amplop berisi USD 500 ke salah seorang pekerja tambang. Dia mengulurkan tangan kirinya untuk menerimanya dan Maulana dengan halus menepis tangan kirinya itu dan petambang langsung paham bahwa dia harus menerimanya dengan tangan kanan. Menerima dengan tangan kanan adalah simbol- masyarakat Surga yang disebut kaum Kanan. Mereka menerima Catatan Amalan dengan tangan kanan. Manusia neraka disebut sebagai kaum Kiri yang juga menerima Catatan Amalan mereka dengan tangan kiri atau dari belakang.

أُوْلَـٰٓٮِٕكَ أَصۡحَـٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ

Mereka itulah orang-orang kaum kanan (penghuni surga) (Surah Al-Balad 90:18)

  • Maulana telah menunjukkan cinta yang murni dengan menghabiskan waktu bersama mereka, menyemangati mereka, menasehati mereka dan menolong mereka secara materi dan spiritual. Dia memeluk mereka, menyambut mereka dengan kehangatan, dan berkata bahwa mereka bagaikan “anak-anaknya sendiri”. Para tamu itu pulang dengan perasaan gembira, karena diterima oleh sang tuan rumah yang baik dan peduli pada mereka, padahal mereka sebelum kejadian itu mereka merasa adalah orang yang sama sekali asing. Itulah Islam, jadilah babul farah, pintu menuju ke kebahagian, bukan kesengsaraan, bagi Umat!

(Kami ingin menyambut ahli terbaru kami dalam pasukan SufiHub, beliau adalah seorang sukarelawan, lulusan Pondok Pesantren dari Jawa Tengah, yang bekerja kerana cinta nya pada Shaykh kami. Salinan ini adalah usaha beliau, kami memohon doa dan Fatiha atas usahanya yg sangat mulia ini. Kami masih mencari sukarelawan2 atau sesiapa yg mahu bekerja untuk mengalih bahasa bersama SufiHub)


This entry was posted in 2010 @id, Disember, Suhbah @id. Bookmark the permalink.