Kerajaan Syurga di Muka Bumi: 16hb Oktober 2010

Ringkasan Suhbah Harian Maulana Syaikh Nazim

16hb Oktober 2010

Kerajaan Syurga di Muka Bumi

A’uzubillah himinasyaitan nirrajiim

Bismillahir Rahman-nir Rahiim

Assalamu’alaikum wrwb.

  • Maulana mengatakan bahawa ada segolongan Muslim (Salafi / Wahhabi) yang rasa cemburu dengan cinta dan kemuliaan yang dilimpahkan keatas Rasulullah (saw). Seluruh alam diciptakan demi kemuliaan Rasulullah (saw), dan kemuliaan/kehormatan tersebut yang dari pra-keabadian ke keabadian! Sudah seharusnya kita memuliakan Rasulullah (saw) yang merupakan ciptaan yang paling mulia di Hadirat Ilahi. Mereka yang memuliakan Rasulullah (saw) akan mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan untuk orang-orang soleh (soliheen) nama mereka akan tertulis di Syurga, tempat di mana mereka seharusnya berada.
  • Tetapi barangsiapa membenci kekasih Allah, akan dibenci oleh semua ciptaan, dan namanya akan tertulis di bumi yang serendah ini, yaitu tempat untuk orang-orang yang tidak memilki kehormatan (kemuliaan). Mereka yang tidak menunjukkan rasa hormat dan memuliakan kekasih yang paling dicintai oleh Allah akan kehilangan kemuliaan dan cinta. Bagaimana mungkin seseorang bisa memperoleh kemuliaan tanpa memuliakan Rasulullah (saw)?
  • Untuk menggambarkan rasa hormat yang ditunjukkan oleh Sultan Kerajaan Turki Usmani untuk Rasulullah (saw), Maulana berbicara tentang bagaimana Sultan Ahmad membawa ketulan ketulan batu dengan jubbahnya untuk membangun Masjid Biru (Masjid Sultan Ahmed) di Istanbul, yang dibangun untuk menghormati Rasulullah (saw). Beliau adalah Sultan dari Timur ke Barat, Sultan dengan wilayah kekuasaan lebih dari 25 juta mil persegi! Namun beliau bekerja membangun Masjid menggunakan kedua tangannya, seperti yang dilakukan pekerja buruh yang lain. Ketika beliau mengadakan pengadilan, setiap kali nama Rasulullah (saw) disebut, beliau akan bangkit dari duduknya di singgahsana beliau, berdiri untuk menghormati Nabi (saw). Maka tidak mengherankan jika Sultan Turki Utsmani dianugerahi dengan pakaian kehormatan, kemulian dan kekuasaan yang begitu besar oleh Allah SWT.
  • Apakah saat ini kita melihat ada seorang Sultan atau Raja yang memberikan rasa hormat kepada Rasulullah (saw) seperti yang dicontohkan oleh Sultan Ahmad dan Sultan-sultan Turki Utsmani lainnya? Tidak ada! Maka dari itulah sebabnya kita tidak melihat adanya Sultan atau Raja yang dianugerahi kehormatan dan kekuasaan yang serupa dengan apa yang telah dianugerahkan kepada Para Sultan Kerajaan Turki Utsmani; tidak ada pemimpin yang dapat/sanggup membangun Kerajaan yang menyamai bahkan mendekati kebesaran Kerajaan Turki Ustmani.
  • Saat ini, hanya ada beberapa negara sahaja yang masih memiliki seorang Raja, seperti yang telah Nabi (saw) sebutkan/menubuatkan, “Setelah aku akan ada Khulafa Ar-Rashidin (Pemimpin yang diberikan petunjuk – Sayyidina Abu Bakr (ra)., Sayyidina Umar (ra)., Sayyidina Ustman (ra). dan Sayyidina Ali (ra).) Setelah itu para Raja dan akhirnya dunia akan dipimpin oleh para pemimpin2 yang zalim …” Jadi memang tidak bisa dihindari dan dielakkan bahwa kita harus melalui jalan ini, di mana Raja-Raja disingkirkan, dan penduduk dunia beramai-ramai meneriakkan demokrasi serta menuntut pemilu yang demokratis untuk mengangkat seorang Presiden atau Perdana Menteri dan bahkan seluruh anggota Parlimen.
  • Seperti itukah sistem pemerintahan terbaik menurut Islam? Seperti biasa, Jawabannya terdapat di dalam Al-Qur’an

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ مِنۢ بَنِىٓ إِسۡرَٲٓءِيلَ مِنۢ بَعۡدِ مُوسَىٰٓ إِذۡ قَالُواْ لِنَبِىٍّ۬ لَّهُمُ ٱبۡعَثۡ لَنَا مَلِڪً۬ا نُّقَـٰتِلۡ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۖ

Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: “Angkatlah untuk kami seorang Raja supaya kami berperang [di bawah pimpinannya] di jalan Allah”… (Surah Al-Baqarah 2:246)

  • Bani Israel meminta Nabi mereka (as) untuk mengangkat seorang pemimpin di antara mereka, yaitu seorang Raja (Malikiyyah) – seseorang yang ditunjuk/dipilih oleh Allah! Mereka tidak meminta untuk memilih pemimpin mereka sendiri, karena mereka tahu bahawa itu tidak akan memberikan manfaat kepada mereka. Al-Qur’an tidak pernah menyebutkan perkataan Presiden, Perdana Menteri atau Menteri; itu semua adalah gelaran tiruan yang manusia berikan/ciptakan untuk diri mereka sendiri. Umat Islam telah mengabaikan nasehat yang terkandung di dalam Al-Qur’an (yaitu menghormati dan mentaati para Raja) oleh karena itulah, dari memerintah dunia selama 700 tahun di bawah Kerajaan Turki Utsmani kini mereka berada di bawah kaki orang-orang kafir. Al-Qur’an adalah pedoman yang lengkap untuk memperoleh kebahagiaan dan kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan ketika kita meninggalkan petunjuk Ilahi, maka sebagai konskuensinya/balasannya kita akan jatuh ke dalam jurang yang gelap gulita.
  • Sebuah Hadits Rasulullah (saw) mengatakan, “Sultan/Raja adalah merupakan bayangan Allah di muka bumi,” sehingga Sultan mewakili Kerajaan Syurga di muka bumi. Sama seperti pemimpin pilihan Ilahi yang merupakan bayangan Allah, maka para pemimpin pilihan manusia adalah bayangan syaitan di muka bumi, dan mereka yang menolak pedoman dan petunjuk dari Allah telah memilih syaitan sebagai pedomannya. Lihatlah dunia sekarang ini, mereka telah dikutuk karena mereka telah menyimpang!
  • Maulana menjelaskan bagaimana penyimpangan satu perintah dari pedoman Ilahi telah membawa dunia ke dalam kondisi/keadaannya saat ini. Suatu waktu, Nabi (saw) ketika beliau masih berada di antara suku Bani Salamah, beliau diperintahkan untuk melaksanakan solat Jumaat untuk pertama kalinya. Di dalam Khotbahnya, Baginda bersabda, “Mulai hari ini sampai hari Kiamat, solat Juma’at menjadi wajib, ini adalah Perintah Ilahi untuk semua orang yang beriman. Barangsiapa menghormati perintah Ilahi dan melaksanakannya, maka ia akan diberikan anugerah yang berlimpah untuk memenuhi semua kebutuhannya/keperluannya di dunia dan di akhirat, hidupnya akan terasa manis dan penuh dengan kenikmatan selamanya – itu adalah janji Allah. Akan tetapi barangsiapa yang mengabaikan Solat Juma’at dan meninggalkannya tanpa alasan yang kuat, maka Allah akan menghapus kebahagiaan dan kesenangan mereka di dunia dan di akhirat. “
  • Apakah pelajaran yang dapat diambil dari sini? Ketaatan terhadap (satu) perintah Ilahi, akan mendatangkan keselamatan, sedangkan menentang (satu) perintah Ilahi akan mendatangkan azab. Semua itu hanya untuk satu perintah Allah! Maka ketika perintah Allah yang disampaikan di dalam Al-Quran, untuk hidup di bawah pemerintahan seorang Raja yang ditunjuk berdasarkan ketetapan Ilahi diabaikan, meskipun itu hanya satu perintah – seluruh dunia jatuh ke dalam jurang kegelapan. Sekarang ini dunia penuh dengan kegelisahah dan gejolak, seperti gunung berapi yang sebentar lagi meledak!
  • Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan, kita tidak bisa memutar-balikkan waktu yang telah lewat. Kita hanya bisa menunggu, hingga pada sa’atnya Allah mengutus seorang pemimpin umat yang telah dijanjikan, Sayyidina Mahdi (as), beliau akan memerintah sebagai pemimpin yang di tunjuk/di pilih atas ketetapan Ilahi, yang akan membawa kembali keberkahan di muka bumi ini.

Fatihah.

Istana Ishak Pasha, atau Ishak Pasa Sarayı seperti yang dikenali dalam bahasa Turki, adalah salah satu istana yang paling menakjubkan Turki Uthmaniyyah. Kompleks Istana Ishak Pasha, yang mempunyai mesjidnya sendiri, dibina antara 1685 dan 1784 oleh gabenor Uthmaniyyah, Ishak Pasa, dan merupakan campuran Uthmaniyyah, Parsi dan gaya Seljuk. Istana Ishak Pasha terletak di lokasi yang terpencil, ia terletak di kawasan yang pernah menjadi laluan perdagangan penting dan penampilannya sangat mempesona.

Komentar

  • Jika kita menghadiri pelatihan keterampilan individu atau seminar pengurusan pasukan, biasanya kita akan mendengar semua fasilitator meneriakan sebuah nasihat yang sama – “hormatilah orang lain sebagaimana kita ingin dihormati, karena hanya dengan menghormati orang lain kita akan dihormatiBeradablah! Jika kita memberikan penghormatan tertinggi kepada Allah (dengan menghormati dan kemudian mentaati Perintah-Nya) dan kekasih-Nya Nabi (saw) (dengan mengikuti sunnahnya dengan tekun, dan mengirimkan banyak selawat kepada beliau), kita akan diberikan kehormatan oleh Allah dan Nabi-Nya (saw). Ketika seseorang telah memperoleh kehormatan dari syurga, maka semua makhluk di bumi, juga akan tunduk hormat kepadanya dengan tulus.
  • Di dalam sejarah manusia, tidak ada satupun Nabi atau Awliya Allah yang pilih oleh manusia. Mereka semua adalah pilihan Allah dengan Kebijaksanaan-Nya. Dia akan menganugerahkan kepada mereka kekuatan dan kekuasaan, kebijaksanaan dan kearifan, untuk menunaikan tanggung jawab mereka terhadap umat / subyek / pengikut / bangsa / keluarga dimana mereka diutus. Saat ini, umat manusia dengan lancang mengatakan kepada Allah, “Lihatlah kemari, kami tidak menyukai pilihan-Mu,  dan kami akan memilih seseorang yang kami suka untuk menjadi pemimpin kami.” Tentu saja, kamu mampu memilih pemimpin kamu sendiri, akan tetapi setelah kamu memilih para pemimpin kamu, bagaimana caranya kamu membekalkan mereka dengan kekuatan, kekuasaan, kebijaksanaan dan kearifan sejati? Karena tanpa semua karunia-Ilahi tersebut, bagaimana mungkin mereka mampu menolong kamu keluar dari kegelapan dan kerumitan kehidupan? Lihatlah dunia sekarang ini dan kamu akan melihat kekacauan, kebingungan, pengangguran, penganiayaan, rasisme, ketidakpuasan, ketidakbahagiaan, protes, demonstrasi, krisis dan konflik dengan skala yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya.
  • Setelah berkhotbah selama 950 tahun, pada seluruh penduduk seluruh dunia saat itu, Nabi Nuh hanya memiliki sekitar 80 orang pengikut sahaja. Jika para Nabi yang diutus Allah, melaksanakan dan mengikuti pemilu (election), maka sesungguhnya mereka semua akan mengalami kekalahan, karena setiap Nabi yang diutus Allah umumnya memiliki pengikut yang begitu sedikit dan ditentang oleh majoritas ummatnya, walaupun sesunggunhya mereka menyampaikan apa yang terbaik bagi ummatnya. Berdasarkan contoh tersebut, apakah kita sebagai ummat manusia mampu untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk kita, ketika begitu banyak dari mereka dari ummat terdahulu tidak mampu memilih dengan pilihan yang tepat? Siapa yang lebih mengetahui (dan lebih baik untuk memilih), Manusia atau Tuhan?

قَالَ إِنِّىٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Allah berfirman, “Sesungguhnya, Aku mengetahui, apa yang tidak kamu ketahui.” (Surah Al-Baqarah 2:30)

  • Demikian pula yang terjadi dengan para ulama yang tidak menerima dan meyakini adanya pembimbing sejati (para Awliya Allah dan para Siddiqiin) yang dipilih oleh Allah untuk membimbing ummat, dan sebagai gantinya mereka memberikan diri mereka sendiri gelaran duniawi (PhD, Dr, Masters, Ayatollah, Hujjatollah dll) untuk menunjukan kepada pengikut mereka, bahwa mereka orang yang terpelajar. Kita tidak mungkin mendapat petunjuk menyangkut rohaniah kita dan akhirat kita, dari seseorang yang mengangkat diri mereka sendiri atau hanya didukung oleh segolongan orang yang tidak memiliki kemampuan untuk itu. Semua gelaran, penghargaan dan pangkat duniawi yang diciptakan/diberikan oleh manusia untuk diri mereka sendiri, tidak bernilai dan memiliki arti sama sekali (di hadapan Ilahi). Hanya gelaran yang diberikan dari sisi-Nyalah yang memilki makna dan nilai yang sesungguhnya. Pembimbing sejati seperti Raja sejati, mereka mendapatkan petunjuk dari Ilahi, dan mereka adalah bayangan Allah di bumi. Bayangan hanya bergerak sesuai dengan gerakan sumber bayangan tersebut, sehingga mereka yang terpilih untuk menjadi bayangan Allah bergerak dengan ta’at sesuai dengan kehendak dan perintah Allah.
  • Maulana tidak memerintahkan kita untuk menyingkirkan/mengguling para penguasa atau memaksakan hukum pemerintahan Islami kepada siapa pun, tidak! Beliau mengajar kita untuk memiliki keyakinan terhadap Hadits Nabi, karena Rasulullah (saw) mengatakan bahawa Raja yang bijak akan digantikan oleh Pemimpin yang zalim, dan hal itu telah terjadi. Kedua, beliau menunjukkan kepada kita hikmah mengikuti seorang Pembimbing sejati pilihan-Ilahi, ketika para pemimpin yang di pilih/diangkat oleh manusia tidak mampu menemukan solusi/jawapan untuk masalah dan kekacauan yang sedang kita hadapi di dunia saat ini. Kemudian, beliau menyoroti betapa pentingnya mematuhi setiap perintah dari Allah, bahkan dengan tidak mematuhi satu perintah-Nya akan membawa bencana kepada kita. Pada akhirnya, beliau menunjukkan kepada kita bahawa, apa yang telah Nabi (saw) katakan kepada kita telah terjadi, kita harus yakin seperti yang telah disebutkan/dinubuatkan oleh Rasulullah (saw) bahawa Imam Mahdi (as) pasti akan muncul ketika dunia berada pada puncak kekacauan dan kebodohan.
  • Imam Mahdi (as) tidak akan datang untuk memulai peperangan (seperti yang banyak orang secara keliru percaya, karena manipulasi / stereotip / propaganda di media), beliau akan muncul untuk menghentikan peperangan yang telah diramalkan / diprediksi dalam berbagai manuskrip kuno, serta dalam Alkitab dan manuskrip-manuskrip Islam. Ketika pertumpahan darah ini yang disebut Armageddon terjadi, 6 dari 7 orang di bumi ini akan tewas. Lalu bagaimanakah caranya agar kita terselamat dari peristiwa yang mengerikan tersebut? Berdasarkan suhbah kemarin – kita akan selamat jika kita mampu menjadi seperti bunga! Perang adalah “pembersihan-Ilahi”, yang akan membersihkan bumi ini dari manusia yang memilki kebencian dan kejahatan di dalam hati mereka (tidak kira agama mereka). Peristiwan tersebut akan membasmi semua rumput liar di taman bunga dan menyelamatkan bunga-bunga dari kehancuran. Itulah sebabnya Maulana menyeru kepada seluruh umat manusia di seluruh dunia, untuk menghentikan pertempuran dan pembantaian yang sama sekali tidak masuk akal sehat, agar kita semua meletakkan senjata, berhenti membenci satu sama lain dan mulai menanam benih cinta di hati masing-masing! Bila seluruh “rumput liar” telah punah, Imam Mahdi (as) akan muncul untuk menghentikan perang, karena yang tersisa hanyalah “bunga”, pada saat itu, mereka yang masih tersisa akan merasakan kehidupan di taman syurga seperti wujudnya Kerajaan Syurga di muka bumi!
  • Mereka yang salah arah banyak menjadi teroris dan fundamentalis, membawa aib untuk Muslim sejati yang hidup dengan cinta dan kasih sayang! Mengapa hal ini terjadi dan bagaimana caranya mengembalikan keaslian/kemurnian ajaran Islam yang penuh dengan perdamaian, cinta, toleransi dan adab? Seperti apa yang di contohkan oleh Bani Israel, kita harus memohon kepada Allah agar mengutus pembimbing/pemimpin sejati untuk menuntun kita! Apabila kita lebih memilih untuk mengikuti pembimbing/pemimpin dengan gelar yang mereka ciptakan sendiri, mereka akan memberikan kita pemahaman yang ekstrem dan menyimpang, karena mereka tidak memiliki petunjuk-Ilahi. Kita harus mencari dan menemukan para Awliya Allah, Sadiqeen dan hamba Allah yang taat, untuk membimbing dan membantu kita melawan nafsu kita.
  • Itulah sebabnya Bani Israel berkata, “Angkatlah untuk kami seorang Raja supaya kami berperang [di bawah pimpinannya] di jalan Allah”… (Surah Al-Baqarah 2:246). Artinya, “pertemukanlah kami dengan pembimbing sejati yang diutus dari sisi-Mu, yang akan memimpin tangan kami (Bayat), dan menunjukan kami jalan (thariqah) penghambaan sesungguhnya (kita hanya dapat belajar menjadi hamba sejati ketika kita tunduk kepada Raja) untuk berperang di Jalan ini (bertarung melawan hawa nafsu/ego kotor kita – jihadun nafs)”. Kita tidak akan dapat mengambil perjalanan spiritual dari mereka yang tidak memiliki dukungan Ilahi, walaupun mereka telah menuntut ilmu di institusi2 Islam terbaik, memiliki begitu banyak gelaran akademis dan sertifikat penghargaan, fasih berbahasa Arab, dan berpenampilan sempurna. Itu semua bukanlah kriteria untuk menjadi seorang pembimbing sejati. Hanya satu kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang pembimbing sejati, dia harus merupakan petunjuk dari Allah!

(Kami ingin menyambut ahli terbaru kami dalam pasukan SufiHub, dia adalah seorang sukarelawan yang bekerja kerana mencintai Shaykh kami. Salinan ini adalah usaha beliau, kami memohon doa dan Fatiha atas usahanya yg sangat mulia ini. Kami masih mencari sukarelawan2 atau sesiapa yg mahu bekerja untuk mengalih bahasa bersama SufiHub.)

Maulana Syaikh Nazim mengajar setiap hari pada jam 1 pagi WIB (kecuali hari Juma’at di mana Maulana mengajar pada jam 6.45 WIB), sila ke lelaman www.Saltanat.org untuk mengikuti pelajaran beliau. Maulana mengajar dalam Bahasa Inggeris, tetapi alih bahasa di siapkan dalam Bahasa Melayu/Indonesia. Salinan ringkasan terdapat di lelaman Naqshbandi Singapura, recent.sufihub.com.


This entry was posted in 2010 @id, Oktober and tagged , , , . Bookmark the permalink.

1 Response to Kerajaan Syurga di Muka Bumi: 16hb Oktober 2010

  1. rajamudaaw says:

    Saya Sangat senang dengan siraman Syeich Nazim,,Kira-a Saudara bisa mengkonvert semua perkataan Maulana Kedalam Bahasa Indonesia,

    Terimakasih,

  2. rajamudaaw says:

    I am very pleased with the spray Syeich Nazim,, Kira-a you can convert all the words of Maulana Into Indonesian, Thank you,

Comments are closed.