Jangan hidup hanya untuk pamer! 9hb Disember 2009

Rangkuman Suhbah Mawlana Shaykh Nazim

9hb Disember 2009

Jangan hidup hanya untuk pamer!

Rangkuman ini ditujukan bagi yang tidak menghadiri suhbah yang dilakukan pada jam 1.30 dini hari tadi, dan juga bagi yang menginginkan rangkuman singkat mengenai apa yang diajarkan. Untuk mendapatkan suhbah yang lengkap, silahkan mengunjungi www.sufilive.com , dimana video dan salinan suhbah diupload setiap harinya.

  1. Mawlana berkata bahwa hal yang paling penting dari mempelajari ilmu pengetahuan adalah pemahaman yang didapatkan dari proses pembelajaran itu. Semata-mata mengetahui sesuatu tidaklah membawa manfaat jika tidak ada perubahan dalam hidup kita, perubahan yang disebabkan karena pemahaman tersebut.
  2. Hanya ketika kita telah paham atau mengerti pelajaran-pelajaran yang penuh hikmah dan mengandung rahasia-rahasia surgawi tersebut barulah kita akan dapat membuang karakter-karakter buruk kita, dan diangkat derajatnya lebih tinggi dari derajat binatang. Binatang tidak memiliki pemahaman akan pengetahuan-pengetahuan surgawi, karena itulah binatang selalu menempati derajat yang sama.
  3. Umat manusia ditempatkan di muka bumi ini sebagai khalifah Allah. Mereka diberikan kapasitas untuk dapat memahami pengetahuan-pengetahuan spiritual yang tertinggi dan yang terdalam. Mereka juga dianugerahkan pemahaman dan kecerdasan yang lebih tinggi dari para malaikat. Ditambah lagi umat manusia mendapatkan tempat yang sangat spesial dan terhormat di Hadirat Ilahi. Sangatlah patut dikasihani dan betapa meruginya, jika manusia memilih untuk menolak segala bentuk penghormatan ini untuk tetap berada pada derajat yang sama dengan binatang. Sangatlah disayangkan!
  4. Ini seperti halnya seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi Raja, tetapi malah memilih untuk tinggal di gorong-gorong atau saluran pembuangan air.
  5. Ada tujuan yang besar dibalik rahasia penciptaan manusia. Manusia mempunyai takdir mulia dan pahala abadi yang tidak terukur dan sangatlah mulia. Tetapi manusia memilih untuk menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sama dengan yang disibukkan oleh binatang – kepuasan jasmani dan hasratnya ego. Mawlana bertanya, “Apakah kamu tidak mempunyai akal untuk dapat membedakan apa yang menjadi kehormatan dan kebahagiaan abadimu dan apa yang merupakan kesenangan sesaat?”
  6. Tetapi di zaman sekarang ini, manusia tidak lagi tertarik untuk mendekatkan diri ke Hadirat Ilahi. Mereka telah meninggalkan hal tersebut untuk mencari kesenangan duniawi dan status yang sia-sia di dunia ini.
  7. Berlindunglah dari (si terkutuk) syaitan, karena dia ingin menjatuhkan kita ke derajat yang lebih rendah dari binatang.
  8. Bagaimana syaitan dapat melakukan itu? Dia terus-menerus membisikkan pada kita UNTUK HIDUP DAN BERBUAT SESUATU, dengan kata lain selalu menyibukkan diri, AGAR KITA SELALU DIPERHATIKAN DAN DIPUJI OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA!!
  9. Ketika seseorang memiliki niat tersebut di hatinya, maka dia telah hidup hanya untuk pamer. Di setiap perbuatannya, dia ingin diperhatikan. Dia ingin dipanggil-panggil, diidolakan, dibicarakan orang kebaikan atau kehebatannya, ditiru, diikuti, disorot, sepanjang waktu.
  10. Kita ingin orang-orang melihat gaya berpakaian kita yang baru; kita ingin orang-orang melihat mobil baru kita, potongan rambut kita, kumis kita, janggut kita, anjing ras kita, kecerdasan kita, suara kita yang indah, keindahan wajah kita, pembawaan anggun kita, kepatuhan kita, teman-teman kita yang terkenal, bisnis kita yang sukses, peralatan canggih dan mutakhir kita, segalanya tentang kita. Kita hidup, berbicara dan berbelanja agar orang lain akan selalu mengagumi kita dan iri pada kita!
  11. Mawlana berkata bahwa penyakit semacam ini telah menyebar ke semua kelas dalam masyarakat. Dan bahkan anak-anak dan lanjut usia juga ingin diperhatikan dan dipuji. Ini adalah penyakit yang sangat buruk, karena orang yang seperti itu tidak akan memiliki amal atau perbuatan yang tulus di dalam bukunya ketika dia kembali pada Allah.
  12. Ketika seseorang meninggal, jiwanya akan naik bersama malaikat-malaikat, dan dia akan mendengar perkataan para malaikat yang menyambutnya di setiap tingkatan. Seseorang yang hidup dalam kemunafikan semacam itu, dengan ketidaktulusan seperti itu, dimana setiap langkahnya hanya dipenuhi dengan kesombongan, kearoganan, keangkuhan dan memuji diri, akan mendengar kutukan-kutukan atau caci maki dari para malaikat. Para malaikat akan memanggilnya, “Wahai yang kotor, wahai yang bodoh, wahai yang terkutuk, wahai yang terselubung (dalam kegelapan), wahai yang dimurkai Allah…”
  13. Tetapi seseorang yang telah hidup hanya untuk dilihat atau diperhatikan oleh Allah (bukan oleh manusia) akan mendengar puji-pujian para malaikat bagi jiwanya. Para malaikat memanggilnya, “Wahai yang dirahmati, wahai yang dicintai Allah, wahai ciptaan terbaik, wahai ciptaan Allah yang murni…”
  14. Mawlana bertanya, “Mengapa kamu mencari terkenal dan penghargaan dan pengakuan dari orang lain, yang derajatnya sama denganmu, hanya semata-semata sebuah ciptaan? Mengapa kamu tidak mencari terkenal di hadapan Allah dan ridho Allah, Tuhanmu, dan Tuhan dari seluruh manusia dan seluruh ciptaan? Mengapa kamu buta akan fakta ini?”
  15. Ketika seseorang merasa bangga, dia jatuh, LEBIH RENDAH dari derajatnya binatang, karena binatang tidak memiliki rasa bangga dalam dirinya dan mereka tidak pamer.
  16. Jadi janganlah merasa bangga atas apa yang telah diberikan pada kita dan apa yang telah kita raih. Dan janganlah ingin pamer dan ingin dilihat. Jangan menonjolkan diri sebagai seseorang yang hebat atau spesial pada orang-orang di sekitar kita (karena syaitan seperti itu, dan ia ingin agar kita mengikuti langkahnya). Sebaliknya, bersikap tuluslah dalam SEGALA perbuatan kita, hiduplah semata-mata untuk menyenangkan Allah, untuk keridhoan Allah. Jika Allah senang pada kita, Dia akan mengagungkan kita, dan itu lebih baik dari pujian orang-orang di sekitar kita.

Jadi, hiduplah semata-mata untuk keridhoan-Nya, dan hanya Dia.

Al-Fatiha.


This entry was posted in 2009 @id, Disember, Suhbah @id. Bookmark the permalink.