72 Golongan akan jatuh dari jembatan Sira’at! 22hb Februari 2010

Rangkuman Suhbah Mawlana Shaykh Nazim

22 Februari 2010

72 Golongan akan jatuh dari jembatan Sira’at!

Assalamu’alaikum wr.wb.

A’udzu billahi min-asy syaitan-ir rajim.

Bismillah-ir Rahman-ir Rahim.

    • Mawlana memulai suhbah dengan memohon syafa’at dari Rasulullah (saw) dan berdoa agar diberikan kekuatan untuk meluruskan ideologi-ideologi menyimpang/sesat yang tumbuh di kalangan umat muslim yang tidak meyakini bahwa mereka membutuhkan syafa’at Rasulullah (saw). Beliau kemudian mendoakan agar kita diberikan pengetahuan yang akan memperbagus atau menyempurnakan pengabdian kita pada Allah.
    • Beliau kemudian membaca ta’awudz, A’udzu billahi min-asy syaitan-ir rajim, dan mengatakan bahwa memulai segala sesuatu dengan membaca ta’awudz merupakan adab yang baik. Dengan mengawali segala sesuatu dengan ta’awudz, kita akan menjauhkan diri kita dari semua golongan /sekte yang dipimpin oleh syaitan. Kita telah menolak kepemimpinan syaitan – inilah deklarasi kita. Rasulullah (saw) telah bersabda dalam sebuah hadis, bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan/sekte yang berbeda; setiap golongan mempunyai ideologi atau paham yang berbeda. Tetapi hanya satu golongan yang akan memperoleh keselamatan, hanya satu golongan yang akan dianugerahkan kehormatan, kesuksesan dan keselamatan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti.
    • Para sahabat bertanya pada Rasulullah (saw), “Grup yang manakah itu, wahai yang paling kami cintai?” Rasulullah (saw) menjawab, “Orang-orang yang mengikutiku, dan yang mengikuti kalian, karena kalian berada di siraatal mustaqim (jalan yang lurus), karena kalian mengikutiku.” Mawlana berkata bahwa hanya ada satu siraat, satu jembatan, bukan dua; jadi hanya ada satu golongan yang berada pada jalur yang benar menuju keselamatan, menuju surga.
    • Bagaimana dengan 72 golongan yang lain? Masing-masing dari golongan tersebut akan mengaku bahwa mereka mengikuti Rasul Penghabisan (saw), tetapi mereka adalah pembohong, karena pada kenyataannya, mereka mengikuti syaitan. Rasulullah (saw) berkata bahwa jika ke-72 golongan ini tidak mengikuti syaitan, mereka mungkin akan menunjukkan paling tidak sedikit rasa hormat pada beliau (saw). Sebaliknya, mereka malah tidak menghormati Rasulullah (saw). Mereka dibujuk oleh syaitan untuk bersikap seperti itu, dan syaitan berhasil meyakinkan mereka bahwa mereka berada di jalan yang benar, jalan yang lurus. Ke-72 golongan ini akan ditolak dan dikutuk Allah! Mengapa? Karena pemimpin dan pembimbing mereka mengikuti syaitan.
    • Lalu bagaimana kita dapat membedakan siapa yang merupakan bagian dari 72 golongan ini? Kata Mawlana, hal itu sangatlah mudah. Rabu malam ini merupakan ulang tahun Rasulullah (saw). Orang-orang yang berbahagia dan merayakan hari special ini – mereka adalah orang-orang yang berada di jalan yang benar. Dan orang-orang yang menolak mawlid-ur Rasul – mereka termasuk ke dalam ke-72 golongan yang sesat tersebut.
    • Rasulullah (saw) adalah ciptaan Allah yang paling dicintai, yang paling diagungkan, dan yang paling dihormati. Iblis sangatlah iri pada Rasulullah (saw). Ia merasa cemburu dan marah atas derajat Rasulullah yang terhormat, dan ia benci melihat Rasulullah (saw) dihormati dengan cara apapun. Jadi ia harus menyebarkan ajaran yang menyesatkan bahwa merayakan ulang tahun Rasulullah (saw) adalah suatu hal yang bid’ah, suatu perbuatan yang kufr atau sirik. Mawlana bertanya, “Bagaimana mungkin ini terjadi? Kita merayakan ulang tahun anak-anak kita, dan ulang tahun orang-orang yang kita cintai, tetapi hal ini tidak dikategorikan sebagai sesuatu yang bid’ah. Ironisnya, ketika seorang muslim merayakan ulang tahun dari Rasulullah (saw) yang ia cintai, ia dicap sebagai salah satu yang telah menyimpang dari batasan-batasan Islam! Bukankah Rasulullah (saw) pernah berkata pada Umar (ra) bahwa seorang mukmin sejati harus mencintai Rasulullah (saw) lebih dari siapapun, bahkan lebih daripada dirinya sendiri? Dan bukankah sudah sewajarnya kita merayakan ulang tahun dari yang kita cintai?”
    • Mawlana bertanya pada semua muslim yang menganggap remeh Rasulullah (saw), “Siapa yang paling dicintai di Hadirat Allah? Siapa? Nama siapakah yang berada di sebelah Nama Allah di Arasy (Tahta Keagungan)? Allah berfirman dalam sebuah hadis Qudsi, “Jika bukan karenamu, ya Muhammad, Aku tidak akan menciptakan alam semesta ini!” Firman Allah ini merupakan satu di antara rahasia-rahasia terbesar dari jalur spiritual. Firman Allah ini sudah ada bahkan sebelum penciptaan, karena ciptaan diciptakan dari Cahaya Nabi Muhammad, Nur Muhammad. Jadi hal ini sudah difirmankan sebelum penciptaan ruang dan waktu, karena ruang dan waktu juga merupakan bagian dari penciptaan. Firman tersebut merupakan sesuatu yang spiritual, tidak terikat oleh ruang dan waktu, tidak dicatat dengan pena, tidak disaksikan oleh ciptaan lain selain Nur Muhammad. Kata Mawlana, itu merupakan pertemuan ‘empat mata’ antara Allah dan Nabi Muhammad, tidak ada ciptaan lain yang hadir, sebelum ada ruang dan waktu, sebelum adanya bahasa yang diciptakan untuk bercakap-cakap! SubhanAllah! Allahu Akbar!
    • Seperti halnya Nabi Muhammad (saw) yang merupakan satu-satunya Khalifah Allah, yang mewakili-Nya di seluruh alam semesta ini, ada khalifah-khalifah yang mewakili Rasulullah (saw). Para khalifah tersebut bertugas untuk menyampaikan ajaran yang benar pada umatnya. Sama halnya dengan iblis, yang merupakan makhluk paling dengki, jahat dan kejam di antara ciptaan yang lain; iblis juga mempunyai khalifah-khalifah, wakil-wakilnya, yang menyebarkan keributan dan huru-hara melalui ajaran-ajarannya yang menyesatkan, yang menyimpang dan membingungkan manusia, yang mengarahkan manusia menuju perangkap-perangkap menghancurkan dan manusia tidak bisa lari darinya.
    • Dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Allah berfirman bahwa semua manusia yang termasuk dalam umat ini (umatnya Nabi Muhammad) bersaudara, dan mereka adalah orang yang berserah diri pada Allah (muslim). Tetapi banyak golongan-golongan sesat/menyimpang yang memecah-belah umat. Golongan-golongan tersebut menyebarkan ideologi syaitan, dan mereka menyebut diri mereka dengan nama lain, bukan muslim. Kutukan-kutukan turun pada orang-orang sesat macam itu, dan tidak satu pun yang akan hidup dalam jangka waktu setengah abad lagi, karena tidak satu pun orang sesat macam itu yang akan berjumpa dengan Imam Mahdi (as) maupun Nabi Isa (as). Banyak dari golongan sesat ini merasa dengki pada Rasulullah (saw), mereka mempertanyakan pentingnya memberi penghormatan pada Rasulullah (saw). Mawlana berkata bahwa Allah Sendiri mencurahkan segala penghormatan-Nya pada Rasulullah (saw), jadi siapa kita berani-beraninya menentang Kehendak Allah dan menyangkal status dan kehormatan Rasulullah (saw)?
    • Kita tidak mengaku sebagai orang-orang yang suci atau murni, kita tahu bahwa kita sangat dipenuhi dengan dosa, tetapi setidaknya, kita tidak memperolok Rasulullah (saw) atau bersikap tidak hormat pada beliau (saw) – kita tidak menyerang kehormatan beliau, dan kita dengan tulus mengharapkan syafa’at beliau untuk menyelematkan kita dari diri kita yang penuh dosa. Ini zamannya fitnah, zaman dimana ajaran-ajaran syaitan yang sesat, menyimpang dan meracuni hati manusia tersebar luas merajalela. Orang-orang zaman sekarang sudah menjadi pengikut dari ego mereka, dan ego mereka adalah pengikut syaitan.
    • Kita harus berdoa pada Allah, agar kita dilindungi, tidak jatuh ke dalam perangkap-perangkap syaitan. Syaitan telah bersumpah di hadapan Rasulullah (saw), “Sampai akhir zaman, aku tidak akan membiarkan umatmu mengikutimu. Aku akan berjuang keras untuk membuat mereka mengikutiku!” Mawlana berkata bahwa syaitan bekerja siang-malam untuk menyelewengkan keyakinan tulus para muslim sejati menjadi sesuatu yang tidak berharga. Itu sebabnya mengapa semua golongan sesat/menyimpang menyebut diri mereka sendiri sebagai ‘penegak panji-panji Islam yang benar’. Mereka menyamarkan atau menyelubungi ajaran-ajaran menyesatkan mereka dengan jaring-jaring argumen yang rumit dan meyakinkan; setiap jarring dirancang untuk menyangkal posisi dan status Rasulullah (saw). Mereka tidak mencintai maupun menghormati Rasulullah (saw) dan mereka dengki pada beliau (saw). Setiap pemahaman yang sesat/menyimpang datang dengan suatu perangkap, yang akan menjeratmu dan menyebabkanmu jatuh dari Siraat (Jembatan) itu ke dalam api neraka di bawahnya. Jadi, waspadalah dan mohon perlindungan pada Allah!
    • Perayaan Mawlid tahun ini akan dirayakan di seluruh penjuru langit dan bumi. Milyaran suara surgawi akan memuji dan mengagungkan Allah dan Kekasih-Nya (saw); setiap malaikat akan melantunkan pujian-pujian ini. Dan tahun ini, seluruh tingkatan langit akan dihiasi oleh Cahaya-Cahaya yang tidak pernah dilihat sebelumnya. Hati mukmin sejati akan bersuka-cita dalam kebahagiaan dan kegembiraan malam tersebut. Hati mereka akan dipenuhi oleh cinta pada Rasulullah (saw), seperti halnya yang telah dirasakan oleh jutaan mukmin di abad-abad sebelumnya!
    • Semua yang telah kita ucapkan untuk menghormati Rasulullah (saw) hanya seperti sebuah atom jika dibandingkan dengan Samudera kehebatan dan keagungan beliau (saw) yang sebenarnya! Semoga Allah mengirimkan para malaikatnya untuk mengambil orang-orang yang dengki dan benci pada Rasulullah (saw)… Amin!

      Fatiha.


      This entry was posted in 2010 @id, Februari, Suhbah @id. Bookmark the permalink.