Syaitan – Tipu Dayanya, Perangkapnya, dan Bagaimana Mengalahkannya: 7hb Disember 2009

Rangkuman Suhbah Mawlana Shaykh Nazim

7hb Desember 2009

SYAITAN – Tipu Dayanya, Perangkapnya,
dan Bagaimana Mengalahkannya

Rangkuman ini ditujukan bagi yang tidak menghadiri suhbah yang dilakukan pada jam 1.30 dini hari tadi, dan juga bagi yang menginginkan rangkuman singkat mengenai apa yang diajarkan. Untuk mendapatkan suhbah yang lengkap, silahkan mengunjungi www.sufilive.com , dimana video dan salinan suhbah diupload setiap harinya.

  1. Mawlana memulai suhbah dengan mengucapkan AUDZUBILLAHI MINASY SYAITAN NIRRAJIM, dan menganjurkan kita untuk membaca ini terus-menerus, terutama di awal setiap tindakan. Mengapa? Kita harus memohon perlindungan ALLAH karena syaitan adalah musuh penghancur, yang tujuan satu-satunya dari penciptaannya adalah untuk menghancurkan manusia dan membuat manusia menderita. Syaitan bergembira jika kita jatuh ke dalam lautan kesengsaraan dan hukuman.
  2. ALLAH telah mengutus 124.000 nabi dan rasul sebagai pembawa peringatan bagi umat manusia. Untuk memperingatkan manusia mengenai apa? Untuk memperingatkan manusia tentang tipu daya dan perangkap-perangkap syaitan, yang akan mendaratkan kita pada kehancuran abadi! Jadi kita harus menganggap serius peringatan ini, karena jutaan orang telah dibodohi oleh syaitan dan sekarang mereka dalam penyesalan yang abadi di dalam kubur mereka! Mawlana berkata bahwa jika kita telah digoda oleh perangkap syaitan, akan sangatlah sulit bagi kita untuk menyelamatkan diri. Karena itulah ALLAH mengutus nabi dan rasul yang sangat banyak (dan sekarang yang diutus adalah para shaykh) untuk memberi peringatan pada kita, lagi dan lagi!
  3. Langkah pertama syaitan adalah dengan memenangkan kepercayaan kita, seperti halnya yang dia lakukan pada Nabi Adam (as). Dia menempatkan dirinya sebagai penasihat dan teman kita, mengundang kita kepada kehidupan yang penuh dengan kenikmatan dan kebebasan yang tiada akhir.
  4. Kemudian syaitan membisikkan kita, sebuah bisikan yang sangat lazim bagi kita semua: Buang barang-barang lama dang anti dengan yang baru! Buang baju-baju lama (menurut syaitan baju-baju tersebut sudah kuno), buang perabot-perabot lama (beli barang-barang baru), buang nilai-nilai lama (kata syaitan, “kuno”), buang pola pikirmu yang kuno (jadilah modern) dan buang keyakinan atau kepercayaan kuno kita.
  5. Syaitan mengiming-imingkan KEBEBASAN bagi umat manusia, kebebasan dari cara-cara lama dan keyakinan serta kebiasaan-kebiasaan yang membatasi. Dia menghasutmu untuk mengganti gaya berpakaianmu, gaya hidupmu, pemahamanmu dan ambisimu.
  6. Syaitan berkata bahwa ini adalah TAHUN BARU (kita telah meninggalkan tahun 2009), jadi kita harus membeli barang-barang baru dan mencari pengalaman-pengalaman baru di tahun baru ini. Kita harus merayakan perginya tahun 2009 yang menyedihkan, dan menyambut awal baru di tahun 2010 ini.
  7. Tetapi Mawlana berkata bahwa dengan berbuat begitu, kita telah melalaikan satu fakta yang sangat penting. Kita bertambah TUA, bukan bertambah MUDA, di tahun baru ini! Syaitan ingin agar kita selalu merasa muda, untuk menganggap bahwa KEMATIAN sangatlah jauh, dan untuk melupakan tentang mendekatnya KEMATIAN, dan untuk disibukkan dengan perayaan-perayaan dan selalu mencari hal-hal baru. Jadi syaitan menipu manusia dengan membuat mereka merasa semakin muda (dengan pakaian/mobil/rumah/perkakas yang baru, dsb).
  8. Sehingga kita melupakan KEMATIAN, Hari Terakhir kita akan berada di bumi ini, dimana keberadaan jasmani kita dan segala yang berhubungan dengannya (pakaian/mobil/rumah dsb) tidak lagi ada harganya untuk selamanya. Jika kita telah menyibukkan diri dengan semua permaianan dunia ini, kita termasuk salah seorang yang lalai, hidup kita akan diambil secara paksa, dan kita akan memasuki kubur dan tinggal di sana dengan penyesalan yang menyiksa. Tetapi orang-orang yang hanya ingin menyenangkan ALLAH akan menyerahkan jiwanya dengan penuh kebahagiaan dan memasuki kebahagiaan abadi.
  9. Semua nasihat syaitan hanya mempunya SATU tujuan – yakni kita harus direnggut dari cahaya dan dilemparkan ke dalam kegelapan. Siapa pun yang mematuhi syaitan telah kehilangan kehormatannya (ternoda), dan siapa pun yang mematuhi ALLAH telah memperoleh kehormatan dan keselamatan yang abadi.
  10. ALLAH telah mengingatkan kita, “Ya hamba-hambaKu, jangan lupa bahwa kamu adalah hamba-Ku, dan Aku memintamu untuk menjadu hambaKu yang terbaik! Mengapa kamu menyibukkan hidupmu dengan omong kosong (yakni dengan mengikuti nasihat syaitan)?” Mawlana berkata, “Dengarkanlah nasihat dari ALLAH ini, dan tunduklah pada-Nya dalam penyerahan diri, menghambalah pada ALLAH! Itulah kehormatan yang sebenarnya bagimu!” Kehormatan yang paling besar bagi manusia adalah untuk menjadi hamba ALLAH!
  11. Sebagai contoh adalah perintah ALLAH untuk memakan makanan HALAL karena itu adalah makanan yang bersih, cocok untuk kita, hamba-hambaNya yang terhormat. Daging babi adalah makanan yang kotor; babi juga merupakan makhluk yang kotor. Tidak diizinkannya kita memakan makanan yang HARAM bukanlah merupakan suatu batasan bagi kebebasan kita, melainkan suatu Kehormatan karena makanan seperti itu tidak berharga untuk dikonsumsi oleh seorang manusia yang murni. Tetapi syaitan membisikkan kita… BEBASkan dirimu dari semua ini… lakukan sesukamu… ikuti trend yang modern… jangan ikuti cara-cara lama.
  12. Mawlana berkata bahwa pada hakikatnya, KEBEBASAN artinya untuk dapat BEBAS dari pengaruh syaitan dan dari ego yang mengontrol kita. Itulah kebebasan yang sebenarnya! Sekarang ini, syaitan bahkan juga mengendarai atau mengontrol orang-orang yang bergelar PhD dan doktor, sebagaimana halnya manusia mengendarai kudanya. Itu artinya orang-orang semacam itu dikuasai/diperintah oleh ego mereka dan syaitan, bukan oleh ALLAH! Ego mereka dan syaitan akan membimbing mereka menuju neraka jahanam!
  13. Seorang manusia yang memakan makanan haram akan dibangkitkan sebagai orang yang hidup di saluran pembuangan air/di antara kotoran manusia dan hewan. Orang semacam ini hidup dalam kekotoran (haram) dan akan dibangkitkan dalam kekotoran.
  14. Mawlana mengakhiri suhbahnya dengan sebuah hadis, “Agama berkenaan dengan memberikan nasihat-nasihat yang baik bagi manusia.” Singkat kata, ini adalah nasihat yang baik: jadilah orang-orang yang bersih, jangan ikuti syaitan. Ingatlah KEMATIAN, bersiaplah untuk itu, dan cobalah sebisa mungkin untuk menjadi hamba yang TERBAIK sebelum KEMATIAN datang.

Al-Fatiha.

(Suhbah Mawlana ini sangatlah panjang, sekitar 51 menit, sehingga banyak topik tidak dapat tersalin)


This entry was posted in 2009 @id, Disember, Suhbah @id. Bookmark the permalink.