Para Nabi dan Rasul membawa Kunci-Kunci Surga: 16hb Disember 2009

Rangkuman Suhbah Mawlana Shaykh Nazim

16hb Disember 2009

Para Nabi dan Rasul membawa Kunci-Kunci Surga

  • Mawlana berkata bahwa ketika Allah mengeluarkan Nabi Adam (as) dan Hawa dari Surga, mereka menangis dengan pahitnya karena dua alasan. Yang pertama, mereka ditampakkan bahwa separuh dari keturunan mereka akan berada dalam kegelapan (sesat/kufur) dan separuhnya lagi akan berada dalam cahaya (ketaatan/keimanan). Alasan yang lain adalah karena mereka merasa sedih kehilangan kenikmatan Surga, karena mereka sekarang diturunkan ke dunia yang gelap dan tidak menarik.

  • Allah berkata pada mereka bahwa mereka mendatangkan (hukuman) ini pada diri mereka sendiri, karena mereka telah BERSALAH PADA DIRI MEREKA SENDIRI, dengan MEMPERTANYAKAN Kebijaksanaan Allah ketika Dia melarang mereka untuk mendekati pohon terlarang. Allah menghalalkan bagi mereka SEMUA di Surga, dan hanya SATU hal yang diharamkan. Tetapi daripada menikmati SEMUA yang halal, mereka telah ditipu oleh iblis untuk mengambil dari SATU yang haram. Lihatlah betapa lemahnya manusia. Mawlana memperingatkan kita untuk tidak mempercayai nasihat syaitan karena hal itu akan mendatangkan kemalangan dan penderitaan bagi kita.

  • Mawlana berkata bahwa tidak satu pun ciptaan mempunyai hak untuk mempertanyakan Allah. Allah adalah Tuhan yang Mendominasi Sepenuhnya; Dia tidak harus menjelaskan pada siapa pun; Dia melakukan apa yang Dia suka, dan mempertanyakan instruksi Allah adalah ADAB YANG PALING BURUK. Iblis adalah ciptaan PERTAMA yang mempertanyakan Kebijaksanaan Allah.

  • Baca selalu ta’awudz, Audzubillahi min-asy syaitan-ir rajiim, dan MOHONLAH PADA ALLAH untuk melindungi kita dari tipuan dan perangkap iblis. Jangan bergantung pada KEMAMPUAN SENDIRI untuk mengelak dari pengkhianatan iblis; kita tidak akan dapat lolos tanpa pertolongan Allah. Maka dari itu, bersikaplah rendah hati dan mintalah Allah untuk menyelamatkan kita, dan JANGAN PERNAH percaya pada nasihat iblis.

  • Allah Sendiri tidak pernah percaya pada iblis, bahkan ketika mengingat bahwa iblis dulunya adalah pemimpin dari para malaikat; Allah dapat melihat niat tersembunyi yang ada di hati iblis, karena tidak ada satu pun yang bersifat rahasia bagi Pengetahuan Allah Yang Meliputi Semuanya. Allah mengetahui bahwa iblis ingin dikenal sebagai yang terbaik di antara seluruh ciptaan-Nya.

  • Hati iblis dan hati manusia tidaklah sama. Penciptaan iblis dan penciptaan manusia juga berbeda. Hati iblis tidak mempunyai kapasitas untuk memahami, menyembah dan menyimpan rahasia, sebagaimana yang telah diberikan pada hati manusia. Iblis meminta sesuatu yang tidak ada di luar kapasitasnya, dia meminta sesuatu yang bukan jatahnya. ITU adalah adab yang sangat buruk, MEMINTA apa yang bukan HAK kita! Mawlana berkata bahwa iblis dimabukkan oleh hasrat untuk mencapai Derajat tersebut, dia sangatlah mabuk.

  • Allah telah menciptakan manusia dengan Tangan-Nya Sendiri (meskipun ini adalah sebuah metafora). TIDAK SATU PUN MAKHLUK di alam semesta ini diciptakan Allah dengan Tangan-Nya Sendiri, hanya manusia, karena manusia akan menjadi khalifah-Nya. Manusia dianugerahi kemampuan rahasia yang bahkan tidak dimiliki oleh para malaikat. Manusia diberikan alat dan kemampuan untuk menjalankan tugas kompleks sebagai khalifah Allah, sesuatu yang tidak dimiliki oleh iblis. Kemampuan manusia adalah untuk menjadi khalifah, sementara iblis diciptakan untuk tujuan yang lain. Allah menciptakan manusia sebagai ahsanul taqwim, ciptaan yang terbaik (Surah At-Tin 95:4).

  • Manusia diangkat ke derajat tertinggi dan dibekali dengan kemampuan untuk memahami inspirasi surgawi, dan diberikan status khalifah, yang merupakan sesuatu yang sangat diinginkan oleh iblis. Karena iri hati, iblis bertindak di luar batas, dan ia menjadi makhluk pertama yang TIDAK SETUJU dengan Allah dan MEMPERTANYAKAN Allah. Oleh karena itulah, iblis mendapatkan Kemarahan Allah, karena tidak satu pun makhluk yang berhak untuk mempertanyakan Allah.

  • Setiap nabi dan rasul telah diutus pada masing-masing umatnya untuk mengajarkan hal ini – jangan menjadi seperti iblis. Sebaliknya, kita harus MENDENGAR dan MEMATUHI! Inilah SATU-SATUNYA cara untuk mendapatkan KEHORMATAN, wahai umat manusia. Tidak ada cara lain.

  • Di dalam frase tersebut terdapat 3 KUNCI menuju SURGA, DENGARKAN ajaran yang dibawa oleh para pembimbing kita, PAHAMILAH, dan PATUHILAH. Jangan bertindak seperti iblis.

  • Mawlana mendesak kita untuk banyak-banyak dan sering-sering mengingat Allah, dan untuk tidak mendengarkan para ‘ulama yang tidak menganjurkan kita untuk berzikir. Mengapa dunia sekarang ini berada dalam kekacauan dan umat muslim berada dalam kebodohan? Jawabannya ada dalam surat Al Kahf – itu karena kita telah meninggalkan zikrullah, dan siapa pun yang meninggalkan zikrullah, hidupnya akan menjadi berat dan penuh dengan masalah!

  • Sayangnya manusia zaman sekarang ini berlari MENJAUHI Allah, dan mereka jatuh ke dalam penderitaan, kemalangan dan keputusasaan yang dalam. Manusia abad 21 telah kehilangan kebahagiaan dalam hidup mereka; semua orang tidak bahagia, dari para raja sampai ke orang normal. Kedamaian telah hilang dari dunia ini dan dari hati manusia.

  • Kita hidup pada masa di mana harga diri dunia muslim jatuh ke derajatnya yang paling rendah, dengan para kafir memandang kita rendah. Tetapi sangatlah ironis bahwa kita meninggalkan gaya hidup Rasulullah (saw) dan MENIRU GAYA HIDUP orang-orang yang membenci cara hidup kita.

  • Selama ADA SESUATU DI DUNIA INI yang kita inginkan, yang kita perjuangkan, yang kita dambakan, itulah niat kita – kita ada di jalan yang salah!

  • Mawlana memperingatkan semua muslim untuk tidak turun ke jalan dan berpartisipasi dalam demonstrasi masa. Ini HARAM! Jika kita tidak senang akan sesuatu, pergilah ke masjid dan berdoalah pada Allah, memohon pertolongan dan bersabarlah. Tidak pernah diajarkan dalam naskah suci MANA PUN untuk mengadakan demonstrasi atau protes keras!

  • Tinggalkan cara-cara para kafir. Mintalah pertolongan dari Allah. Semoga Islam dinaikkan ke derajatnya yang sebenarnya, yang agung dan terhormat. Amin.

    Fatihah.


    This entry was posted in 2009 @id, Disember. Bookmark the permalink.